TARBOL.ASIA – Isu mengenai etos kerja Kylian Mbappe kembali memanaskan ruang ganti Real Madrid. Pasca-pertandingan melawan Rayo Vallecano pada Senin (2/2/2026) lalu, statistik lari sang megabintang menjadi sorotan tajam media Spanyol. Mbappe dituding "malas" karena jarak tempuh larinya jauh di bawah rata-rata rekan setimnya, memicu perdebatan mengenai kontribusi bertahannya di bawah asuhan pelatih Alvaro Arbeloa.
Namun, pembelaan keras datang langsung dari juru taktik Timnas Prancis, Didier Deschamps. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip media pada Kamis (5/2/2026), Deschamps menyemprot para kritikus yang menuntut Mbappe untuk berlari tanpa henti layaknya gelandang box-to-box.
Deschamps menegaskan bahwa memaksa pemain dengan karakteristik eksplosif seperti Mbappe untuk menjelajah setiap jengkal lapangan adalah strategi yang sia-sia dan justru membuang potensi terbesarnya.
“Kylian (Mbappe) bukan gelandang pengangkut air. Dia punya gaya main yang unik. Jika Anda mengharapkan dia berlari minimal 11 kilometer per pertandingan, jangan repot-repot berharap, karena dia tidak akan melakukannya. Itu bukan tugasnya. Tugasnya adalah membunuh lawan di sepertiga akhir, dan dia melakukan itu lebih baik dari siapa pun.” — Didier Deschamps, 5 Februari 2026.
Malas Lari tapi Gacor Data statistik sebenarnya membuktikan ironi dari kritik tersebut. Meski jarak tempuhnya minim, efektivitas Mbappe di depan gawang tetaplah mengerikan. Hingga awal Februari 2026 ini, eks bomber PSG tersebut tercatat telah mencetak 37 gol hanya dalam 30 penampilan di semua kompetisi.
Di bawah kendali Alvaro Arbeloa yang menggantikan Xabi Alonso, Mbappe tetap menjadi figur tak tergantikan. Arbeloa sendiri tampaknya memahami bahwa "kemalasan" Mbappe dalam melakukan track-back adalah harga yang pantas dibayar untuk ketajamannya dalam serangan balik kilat. Bagi Deschamps dan Arbeloa, angka di papan skor jauh lebih penting daripada angka di alat pelacak GPS.
Kritik ini tampaknya tidak akan mengubah gaya main sang bintang. Justru, pernyataan Deschamps semakin mempertegas status Mbappe sebagai "Raja" yang memiliki privilese khusus di atas lapangan hijau: dia tidak perlu berlari banyak, dia hanya perlu berlari di saat yang tepat.
1 minggu yang lalu