TARBOL.ASIA – Old Trafford kembali menemukan senyumnya di bawah komando sang legenda, Michael Carrick. Sejak mengambil alih kursi pelatih interim pasca-pemecatan Ruben Amorim, pria asal Inggris ini sukses menyulap skuad Setan Merah yang tadinya lesu menjadi mesin pembunuh. Puncaknya, Carrick baru saja dinobatkan sebagai Premier League Manager of the Month edisi Januari 2026 berkat rekor tak terkalahkan dan kemenangan heroik atas Arsenal serta Manchester City.
Namun, di balik bulan madu yang indah ini, alarm bahaya mulai berbunyi. Para pengamat dan sumber internal klub memperingatkan bahwa Carrick tidak boleh terlena dengan pujian. Pasalnya, ujian terberat yang sesungguhnya baru saja menanti di depan mata, baik di atas lapangan maupun di meja direksi INEOS.
Tantangan Pertama: Konsistensi Pasca-Bulan Madu Hasil imbang 1-1 melawan West Ham United pada tengah pekan kemarin (11/2) menjadi peringatan keras pertama. Gol penyama kedudukan dari Benjamin Sesko di menit ke-96 memang menyelamatkan wajah United, namun laga itu mengekspos kebuntuan taktik Carrick ketika menghadapi tim yang bermain dengan blok rendah pertahanan super rapat (low-block).
Mantan kiper Liga Inggris, Ben Foster, turut memberikan pandangannya terkait tantangan taktis ini. "Menang melawan tim yang menyerang seperti City atau Arsenal mungkin lebih mudah bagi skuad United yang punya kecepatan counter-attack. Tapi ujian sesungguhnya bagi manajer top adalah konsistensi: bagaimana cara membongkar tim yang parkir bus? Laga lawan West Ham menunjukkan Carrick masih punya PR besar di sana," analisis Foster.
Tantangan Kedua: Bayang-bayang Thomas Tuchel Ujian terberat Carrick justru datang dari luar lapangan. Meski mendapat dukungan penuh dari ruang ganti dan para kapten tim seperti Bruno Fernandes, manajemen Manchester United yang dipimpin Sir Jim Ratcliffe dikabarkan masih belum yakin 100% untuk memermanenkan statusnya.
Berdasarkan laporan media-media terkemuka di Inggris pada akhir pekan ini, jajaran direksi United secara diam-diam masih memantau ketersediaan pelatih berstatus "Pemenang Liga Champions". Nama pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, disebut-sebut berada di urutan teratas daftar buruan INEOS untuk musim panas mendatang, menyusul berakhirnya Piala Dunia 2026.
Artinya, rentetan kemenangan di bulan Januari tidak menjamin apapun bagi Carrick. Untuk benar-benar meyakinkan dewan direksi agar menyingkirkan proposal Tuchel, Carrick tidak hanya dituntut mengamankan tiket Liga Champions (finis 4 besar), tetapi juga harus memenangkan trofi di sisa musim ini.
Carrick sendiri memilih bersikap membumi. "Penghargaan (Manager of the Month) ini bagus, tapi mari kita jujur, ini bukan cuma tentang saya, ini tentang respons pemain. Perjalanan masih panjang dan saya hanya fokus pada pertandingan di depan mata," tegas Carrick merespons situasinya.
Kini, pertanyaannya: Mampukah Michael Carrick melewati ujian neraka konsistensi ini dan memaksa manajemen merobek kontrak Thomas Tuchel?
3 minggu yang lalu