TARBOL.ASIA – Manajemen Manchester United dikabarkan telah mengambil keputusan strategis menjelang penutupan bursa transfer Januari 2026. Klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut memutuskan untuk menarik diri sepenuhnya dari segala spekulasi yang mengaitkan mereka dengan bintang Chelsea, Cole Palmer, dan memilih untuk memprioritaskan perburuan seorang gelandang bertahan (defensive midfielder) murni.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam antara pelatih Ruben Amorim dan Direktur Olahraga Dan Ashworth pada Kamis (29/1/2026) pagi waktu setempat. Meskipun nama Cole Palmer sempat mencuat sebagai target ambisius "Setan Merah" untuk menambah daya ledak lini serang, pihak klub menilai bahwa valuasi transfer yang diminta Chelsea—yang diperkirakan melebihi £120 juta—tidak sejalan dengan kebijakan finansial klub saat ini.
Selain faktor harga, Amorim menilai bahwa kebutuhan mendesak tim saat ini bukanlah di sektor gelandang serang atau sayap, melainkan di posisi nomor 6. Lini tengah United dinilai masih membutuhkan sosok penyeimbang untuk menjadi tandem Kobbie Mainoo, mengingat padatnya jadwal kompetisi domestik dan Liga Europa di paruh kedua musim.
“Kami memiliki prioritas teknis yang jelas. Fokus kami adalah menyeimbangkan skuad, bukan sekadar mendatangkan nama besar. Lini tengah menjadi area yang krusial untuk kami perkuat sebelum jendela transfer ditutup.”
— Sumber internal Manchester United kepada media Inggris.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa United kini tengah mempercepat negosiasi untuk beberapa alternatif gelandang bertahan. Nama Morten Frendrup (Genoa) dan Javi Guerra (Valencia) kembali masuk dalam radar prioritas sebagai opsi yang lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan taktik Amorim yang menuntut intensitas tinggi.
Langkah ini menandakan kedewasaan strategi transfer Manchester United di bawah manajemen baru, yang lebih mengutamakan kebutuhan sistem permainan daripada sekadar mengejar tanda tangan pemain bintang dengan harga fantastis.
2 minggu yang lalu