Menyesal! Alessandro Bastoni Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf Atas Selebrasi Provokatif di Derby d'Italia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

TARBOL.ASIA – Badai kontroversi pasca-laga Derby d'Italia yang berkesudahan 3-2 untuk kemenangan Inter Milan atas Juventus belum sepenuhnya reda. Bek andalan Nerazzurri, Alessandro Bastoni, yang menjadi sorotan utama dalam insiden kartu merah Pierre Kalulu, akhirnya memecah kebisuan.

Dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions kontra Bodo/Glimt pada Rabu (18/2/2026), Bastoni yang hadir mendampingi pelatih Cristian Chivu secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Namun, ia menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut ditujukan atas reaksi dan selebrasi berlebihannya, bukan membenarkan tuduhan diving yang dialamatkan kepadanya.

'Manusia Tempatnya Salah' Bastoni mengakui bahwa ia sengaja menunggu beberapa hari untuk menenangkan diri dan meninjau kembali tayangan ulang insiden di menit ke-42 tersebut. Dalam insiden itu, kontak ringan berujung pada kartu kuning kedua bagi Kalulu, yang kemudian dirayakan dengan sangat emosional oleh Bastoni layaknya mencetak gol kemenangan.

“Saya ingin datang ke sini karena banyak sekali hal yang terjadi setelah hari Sabtu yang tidak saya bayangkan. Yang saya rasakan saat itu adalah kontak dengan lengan saya, meski terlihat berlebihan saat ditinjau ulang. Namun, saya di sini untuk bertanggung jawab. Yang saya sesali adalah perilaku dan selebrasi saya setelahnya. Manusia berhak membuat kesalahan, tetapi juga wajib mengakuinya. Itulah sebabnya saya meminta maaf.” — Alessandro Bastoni, 18 Februari 2026.

Teror Mengerikan Pasca-Laga Sikap ksatria Bastoni ini juga dilatarbelakangi oleh dampak mengerikan yang timbul setelah pertandingan. Bek Timnas Italia itu mengungkapkan bahwa dirinya menerima ancaman serius dan ujaran kebencian di media sosial.

Lebih dari itu, Bastoni juga menyampaikan simpati mendalam kepada wasit yang memimpin laga, Federico La Penna. Sang pengadil lapangan dan keluarganya dilaporkan mendapat ancaman pembunuhan hingga harus melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini memicu kecaman keras dari Wakil Presiden Asosiasi Wasit Italia (AIA) yang menyebut teror tersebut sudah melampaui batas sportivitas.

Bagi manajemen Inter Milan, klarifikasi Bastoni ini diharapkan bisa meredakan tensi tinggi antara dua kubu raksasa Italia tersebut. Kini, Bastoni dituntut untuk kembali fokus mengawal lini pertahanan Inter di panggung Eropa, meninggalkan drama domestik di belakangnya.

Artikel Terkait