TARBOL.ASIA – Wajah kecewa tak bisa disembunyikan dari para penggawa AC Milan usai peluit panjang berbunyi di San Siro, Kamis (19/2/2026). Menjamu tim kejutan musim ini, Como 1907, dalam laga tunda pekan ke-24 Serie A, Rossoneri harus puas berbagi angka 1-1. Hasil ini membuat langkah Milan untuk mengejar Inter di puncak klasemen semakin berat karena jarak poin kini melebar menjadi 8 angka.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol sensasional bintang muda Como, Nico Paz, di menit ke-32 yang memanfaatkan blunder Mike Maignan, Milan baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua lewat aksi individual Rafael Leao.
Curhatan Bartesaghi: Kurang 'Pembunuh' di Depan Gawang Bek muda Milan yang dipercaya tampil sebagai starter, Davide Bartesaghi, memberikan pandangan jujur mengenai performa timnya. Berbicara kepada Milan TV pasca-laga, pemain berusia 20 tahun itu menilai secara permainan Milan sebenarnya mendominasi, namun ada satu elemen vital yang hilang: ketajaman membunuh lawan.
“Kami tahu ini akan jadi laga berat karena Como sedang dalam performa terbaik (posisi 6 klasemen). Secara keseluruhan, kami memainkan sepak bola yang bagus, kami mengontrol lini tengah bersama Luka (Modric) dan Ricci. Tapi ada yang kurang. Kami tidak cukup 'kejam' (ruthless) di depan gawang. Ketika Anda menciptakan 4-5 peluang emas, Anda harus membunuhnya. Main bagus saja tidak cukup untuk scudetto.” — Davide Bartesaghi, 19 Februari 2026.
Satu Poin yang Patut Disyukuri? Meski kecewa, Bartesaghi mencoba melihat sisi positif. Ia menyoroti mentalitas tim yang mampu bangkit dari ketertinggalan dan menahan gempuran serangan balik Como yang dimotori Nico Paz dan Sergi Roberto.
"Kami kecewa karena targetnya adalah 3 poin. Tapi melihat jalannya laga, di mana Mike (Maignan) juga melakukan penyelamatan krusial di akhir laga, satu poin ini penting untuk menjaga kami tetap di peringkat kedua dan menjauh dari kejaran Juventus. Kami harus tetap positif," tambahnya.
Sorotan Pemain Laga ini juga menjadi panggung duel lini tengah antargenerasi. Luka Modric, yang kini berseragam Milan, terlihat beberapa kali beradu visi dengan gelandang muda Como, Maximo Perrone. Namun, sorotan utama tetap pada Rafael Leao yang kembali menjadi juru selamat wajah Milan di kandang sendiri.
Hasil imbang ini menjadi "lampu kuning" bagi pelatih Milan. Jika penyakit "buang-buang peluang" ini tidak segera diobati jelang laga Liga Champions pekan depan, mimpi trofi musim ini bisa melayang lebih cepat.
2 minggu yang lalu