TARBOL.ASIA – Ambisi besar Banten Warriors untuk menaklukkan panggung Asia mendapat ujian berat. Bertandang ke Stadion Rizal Memorial pada Kamis (5/3/2026) malam WIB, Dewa United harus menelan pil pahit usai ditaklukkan oleh tuan rumah, Manila Digger, dengan skor tipis 0-1 pada leg pertama babak 16 besar AFC Challenge League 2025/2026.
Kekalahan ini menjadi peringatan keras bagi skuad asuhan Jan Olde Riekerink. Meski tampil mendominasi di beberapa fase pertandingan, Dewa United tampak kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka. Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah kegagalan adaptasi terhadap kondisi lapangan.
Petaka Rumput Sintetis dan Kelengahan Transisi Bermain di atas permukaan rumput sintetis terbukti menjadi "kriptonit" bagi gaya permainan penguasaan bola yang biasa diterapkan Dewa United di kompetisi domestik. Aliran bola yang lebih cepat dan pantulan yang tidak terprediksi membuat transisi serangan Taisei Marukawa dan kawan-kawan sering kali terputus di sepertiga akhir lapangan.
Manila Digger yang sudah terbiasa dengan kondisi lapangan tersebut tampil sangat pragmatis dan disiplin. Petaka bagi Dewa United akhirnya datang di pertengahan babak pertama. Berawal dari skema serangan balik cepat, gelandang asal Jepang milik tuan rumah, Kenji Nishioka, sukses memecah kebuntuan. Menerima umpan matang dari Pa Ousman Gai, Nishioka melepaskan tembakan terukur dari tengah kotak penalti yang gagal dijangkau oleh kiper Sonny Stevens. Gol ini membuat publik tuan rumah bersorak dan meruntuhkan mentalitas awal tim tamu.
Kebuntuan Lini Serang Banten Warriors Tertinggal satu gol, Jan Olde Riekerink langsung merespons dengan menginstruksikan timnya untuk bermain lebih agresif. Secara statistik, Dewa United sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang emas. Di babak pertama, sundulan bomber andalan Alex Martins yang memanfaatkan umpan silang Marukawa hanya melambung tipis di atas mistar gawang. Begitu pula dengan peluang dari Jaja yang mampu digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Manila Digger, Omar Njie.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan semakin ditingkatkan. Gelandang Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui tembakan keras dari dalam kotak penalti, namun kembali menemui jalan buntu berkat ketangguhan Omar Njie di bawah mistar gawang. Rapatnya blok pertahanan (low-block) yang diterapkan Manila Digger di sisa waktu pertandingan sukses mematikan pergerakan agresif dari Noah Sadaoui dan Alex Martins hingga peluit panjang dibunyikan.
Harga Mati di Leg Kedua Kekalahan 0-1 ini belum sepenuhnya menutup pintu bagi Dewa United. Namun, tugas berat kini menanti mereka di leg kedua. Skuad Banten Warriors diwajibkan untuk meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol saat bermain di kandang sendiri jika ingin mengunci tiket ke babak perempat final.
Riekerink kini memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir timnya. Kembali bermain di atas rumput alami pada leg kedua nanti diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan Dewa United yang sebenarnya. Mampukah wakil Indonesia ini membalikkan keadaan, atau perjalanan historis mereka di Asia harus terhenti lebih awal?
1 bulan yang lalu