Saran Revolusioner Ignazio La Russa: Jika Brasil Bisa Tunjuk Ancelotti, Kenapa Italia Tidak Angkut Jose Mourinho?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

TARBOL.ASIA – Gempa bumi yang mengguncang sepak bola Italia pasca kegagalan beruntun lolos ke Piala Dunia terus memakan korban. Usai Presiden FIGC Gabriele Gravina dan Gianluigi Buffon kompak mengundurkan diri, kursi pelatih Gennaro Gattuso kini benar-benar berada di ujung tanduk. Di tengah krisis kepemimpinan ini, sebuah ide out of the box dan revolusioner muncul ke permukaan.

Politisi kondang Italia, Ignazio La Russa, melempar wacana mengejutkan. Ia menyarankan FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) untuk mendobrak tradisi lokal dengan menunjuk pelatih asing berkaliber dunia guna membangun ulang skuad Azzurri yang tengah porak-poranda. Dan nama yang ia sodorkan tidak main-main: Jose Mourinho.

Mendobrak Tradisi demi Era Baru Usulan ini bukannya tanpa alasan. La Russa membandingkan situasi Italia dengan Timnas Brasil. Negara pengoleksi lima trofi Piala Dunia yang selalu fanatik dengan pelatih lokal tersebut terbukti berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba merekrut Carlo Ancelotti sebelumnya.

"Jika Brasil saja bisa merekrut pelatih hebat dan asing seperti Ancelotti, mengapa kita tidak bisa mendapatkan seseorang seperti Mourinho? Ini bukan soal asal negara pelatihnya, tapi soal mentalitas pemenang," tegas La Russa dalam wawancaranya bersama Corriere della Sera.

Mourinho sendiri bukanlah sosok asing di ranah sepak bola Italia. Pelatih berjuluk The Special One itu pernah mencatatkan sejarah treble winners sensasional bersama Inter Milan dan sempat menangani AS Roma hingga Januari 2024 lalu. Saat ini, pria asal Portugal tersebut tengah berstatus sebagai manajer Benfica usai berpisah dengan Fenerbahce di pertengahan 2025.

Kritik Keras Taktik Play-off Lebih lanjut, La Russa tak segan menguliti kelemahan taktik skuad Italia di bawah asuhan Gattuso saat ditekuk Bosnia di final play-off lalu.

"Bagaimana mungkin Anda membiarkan pemain muda seperti Pio Esposito mengambil penalti pertama? Di Inter Milan saja dia tidak melakukannya! Lalu, menaruh Bastoni di luar posisi murninya demi mengakomodasi Calafiori? Taktik ini sangat merugikan," cecarnya tajam.

Kini, pertanyaannya ada di tangan pengurus baru FIGC. Apakah mereka akan kembali memilih wajah-wajah lama seperti Roberto Mancini atau Massimiliano Allegri, ataukah berani mengambil langkah radikal menggaet Jose Mourinho demi membangkitkan mental Azzurri?

Artikel Terkait