Tensi Memanas di San Siro! Cristian Chivu 'Semprot' Jurnalis Norwegia: Tidak Ada Kata Malu dalam Sepak Bola!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

TARBOL.ASIA – Tensi tinggi menyelimuti Giuseppe Meazza jelang laga hidup-mati leg kedua babak playoff Liga Champions 2025/2026 antara Inter Milan melawan wakil Norwegia, Bodo/Glimt, yang dijadwalkan bergulir Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan pada Selasa (24/2/2026), pelatih Inter, Cristian Chivu, tampak tak bisa menahan amarahnya menghadapi provokasi media lawan.

Insiden panas ini bermula ketika seorang jurnalis asal Norwegia melontarkan pernyataan bernada merendahkan. Jurnalis tersebut—sambil sedikit tertawa—menyebut bahwa akan sangat memalukan bagi klub sebesar Inter Milan jika sampai disingkirkan oleh Bodo/Glimt, sebuah klub dari kota kecil yang hanya berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa.

Seperti diketahui, skuad Nerazzurri saat ini sedang dalam tekanan besar karena tertinggal agregat usai takluk 1-3 pada leg pertama di markas Bodo/Glimt pekan lalu.

Mendengar pertanyaan provokatif tersebut, Chivu langsung memberikan respons tajam dan menuding sang jurnalis tidak memiliki rasa hormat.

“Ya, Anda bahkan tertawa saat menanyakannya. Selamat ya. Dengar, tidak ada yang namanya 'memalukan' dalam sepak bola. Sepak bola adalah tentang dua tim yang bekerja keras dan saling berhadapan di lapangan. Kami tidak merasa malu. Kami mencoba menjadi versi terbaik dari diri kami pekan lalu, namun mereka bermain lebih baik, dan kami jantan memberikan selamat kepada mereka.” — Cristian Chivu, 24 Februari 2026.

Bukan Tim Sembarangan Lebih lanjut, pelatih asal Rumania itu menegaskan bahwa Bodo/Glimt bukanlah tim antah-berantah yang pantas diremehkan. Chivu mengingatkan publik bahwa lawannya musim ini menjelma menjadi "pembunuh raksasa" sejati di pentas Eropa.

"Apa yang mereka capai di fase liga bukanlah sebuah kebetulan. Mereka bisa menahan imbang Dortmund, mengalahkan Manchester City, dan menang di Madrid (vs Atletico). Kami tahu kualitas mereka, tapi kami tidak akan membiarkan kesalahan di leg pertama terulang," tegas Chivu.

Kini, tugas berat menanti Inter Milan. Tampil tanpa kehadiran sang kapten, Lautaro Martinez, yang dipastikan absen karena cedera dari leg pertama, Inter wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk memaksakan perpanjangan waktu, atau tiga gol untuk lolos otomatis ke babak 16 besar. Mampukah Chivu membungkam kesombongan jurnalis Norwegia tersebut dengan comeback manis di San Siro?

Artikel Terkait